Apakah
itu cita-cita?
Cita-cita
adalah keinginan, harapan, atau tujuan yang selalu ada dalam pikiran. Tidak ada
orang hidup tanpa cita-cita, tanpa berbuat kebajikan, dan tanpa sikap hidup.
Cita-cita
itu perasaan hati yang merupakan suatu keinginan yang ada dalam hati. Cita-cita
merupakan bagian atau salah satu unsur dari pandangan hidup manusia, yaitu
sesuatu yang ingin digapai oleh manusia melalui usaha. Sesuatu bisa disebut
dengan cita-cita apabila telah terjadi usaha untuk mewujudkan sesuatu yang
dianggap cita-cita itu
Bicara
tentang cita-cita, sudahkah kalian memiliki cita-cita?
Kalau
sudah, apa cita-citamu?
...
Dipostingan
kali ini, saya akan bercerita sedikit tentang cita-cita saya.
Sejak
zaman SD, kalian biasanya sudah dituntut untuk memiliki cita-cita. Ada yang
ingin jadi guru, polisi, dokter, dan lain-lain.
Tapi
pernahkah kalian merasa bimbang dengan apa yang kalian cita-citakan tersebut?
Saya mengalami hal itu.
Ada
saat dimana saya merasa bingung dengan cita-cita saya. Dulu ketika saya kelas 3
Sekolah Dasar, saya pernah bercita-cita menjadi seorang arsitek. Tapi ketika
adik saya berkata, “Mbak tuh pinter gambar baju, ya,”, saya langsung berfikir
designer adalah cita-cita yang bagus.
Kelas
5 adalah saat dimana saya mulai merasakan apa itu ‘Nge-Fans’. Idola saya adalah
seorang pebulutangkis bernama Mohammad Ahsan. Ketika melihatnya bermain
sedemikian apik, saya berkata ia adalah pahlawan olahraga nasional. Dan saya
ingin jadi seorang pahlawan seperti dia. Sampai akhirnya di kelas 7 atau 1 SMP,
saya mulai menyadari bahwa menjadi seorang atlet di Indonesia adalah hal yang
sia-sia jika tanpa penghargaan yang layak dari pemerintah. Andaikan saja
Indonesia itu seperti Malaysia.
Bukan
main. Negeri Jiran itu memberikan pensiun seumur hidup bagi para atlet nya yang
berprestasi. Salah satu contohnya adalah pebulutangkis Lee Chong Wei.
Saya
memang seorang remaja labil. Saya ingin jadi seorang politisi ketika saya
melihat keadaan pemerintahan di Indonesia yang ‘semrawut’. Seorang politisi
yang adil, tak pandang bulu. Juga seorang politisi yang mengerti bagaimana
harus bertindak. Dan seorang politisi yang mengerti keadaan rakyatnya. Dan
tentunya benar-benar berbakti pada bumi pertiwi. Tidak sekadar umbar janji.
Tapi
ketika saya dihadapkan pada kenyataan bahwa persaingan politik itu amat berat,
saya jadi ragu. Tapi jika saya diberi kesempatan, saya akan memanfaatkannya
dengan sebaik mungkin.
Menyelamatkan
nyawa orang itu besar pahalanya. Menjadi dokter adalah pekerjaan yang mulia.
Ibu saya sangat menginginkan saya agar menjadi dokter.
Tapi
ketika mengetahui bahwa saya akan dimasukkan ke SMK jurusan Teknik Komputer dan
Jaringan (TKJ), apakah kemudian saya bisa jadi dokter? Atau seorang politisi?
Entahlah..
Saya
pikir, mungkin lebih baik saya jalani apa yang ada didepan saya. Lambat laun
saya pasti mengerti apa yang harus saya capai dalam hidup ini. ^_^
Terimakasih
sudah membaca postingan saya yang mungkin kurang penting ini.
![]() |
| Cita-citaku |

Tidak ada komentar:
Posting Komentar