Cast: aku dan tokoh tambahan lain nya.
Genre: nggak jelas.
Jenis kelamin: cerpen #gagal.
Warning: dapat menyebabkan kantuk,
mual-mual berlebihan, diare dan sembelit bersamaan, juga efek negatif lainnya.
Nb: admin sebenarnya dikasih tugas
sama Guru buat nulis cerpen di Blog. Admin punya banyak cerpen sih, tapi belum
jadi semua. Soalnya admin lagi buntu ide. Dan jadilah sekarang cerita pendek
tentang kehidupan admin saat kelas 1 SD. LETS GO TO READ!
...
...
Hay! Perkenalkan namaku Novita Hayatun Nufus. Aku lahir di
Kota Cirebon, tanggal 7 November 1999. Cita-citaku yaitu ... (belum pasti
#peace). Hobiku adalah bermain Bulutangkis, internetan, ngemil, tidur,
mukul-mukul meja, buat cerpen abal-abal, dan lain-lain.
Friends, menurut kalian masa sekolah yang paling menyenangkan
itu di SD, SMP, atau SMA/SMK?
Kalau menurutku masa sekolah yang paling menyenangkan adalah
ketika di Sekolah Dasar (SD). Entah mengapa aku bisa bilang masa sekolah yang
paling menyenangkan itu di SD. Mungkin karena aku dan teman-teman SD-ku itu
sudah bersama selama 6 tahun. Mereka sudah seperti keluargaku sendiri. Berat
rasanya meninggalkan mereka.
Masa-masa ketika aku masih duduk dibangku Sekolah Dasar masih
jelas teringat dalam ingatanku. Banyak hal terjadi ketika aku bersekolah di
Sekolah Dasar. Seperti yang terjadi padaku ketika aku kelas 1 SD. Sekolahku
bernama MI Salafiyatul Huda 1 Kota Cirebon. Dan wali kelasku saat itu adalah
Ibu Elin Harliantini, yang terkenal galak disekolah. Kalau tidak salah,
awal-awal ketika kami (aku dan teman-teman kelas 1) masuk ke Sekolah Dasar,
kami disuruh maju satu-persatu ke depan kelas untuk menyanyikan lagu anak-anak.
Singkat cerita, saat giliranku dipanggil, aku maju dan
menyanyikan lagu ‘Bintang Kecil’.
“Bintang kecil dilangit yang biru. A-“ belum selesai lagu
yang aku nyanyikan, Bu Elin sudah menyela.
“salah. Bukan dilangit yang biru. Tapi dilangit yang hijau.”
Kata Bu Elin.
Mendengar perkataan nya itu, jelas membuatku bingung. Aku pun
mengelak, “Kata mama, dilangit yang biru. Bukan dilangit yang hijau.”
Lalu perkataanku disanggah lagi oleh Bu Elin. “Salah itu.
Yang bener dilangit yang hijau. Tuh lihat, langitnya hijau kan?”. Aku
mengangguk-angguk pasrah.
Yasudahlah. Lebih baik mengalah. Toh dia itu guru galak. Dan
maklumi juga, dia kan sudah tua. Mungkin buta warna.
Meskipun ending nya aku mengalah, sebenarnya dalam
hati aku bergumam, “maunya apa sih ini guru?”
“nah, sekarang nyanyikan dari awal,” titah Bu Elin.
“Bintang kecil dilangit yang hijau, ...” begitulah nyanyianku
selanjutnya. Sedangkan teman-temanku secara berjamaah menutup wajahnya dengan
buku tulis yang mereka pegang. Tujuan nya agar Bu Elin tidak melihat mereka yang
sedang terkikik-kikik. Padahal sebenarnya aku tahu, itu sangat jelas terlihat.
Bu Elin pun pasti melihat kelakuan mereka dengan jelas.
Friends, itu baru aku. Lain lagi dengan temanku yang satu
ini. Dia menyanyi dengan sangat lucu. Aku saja sampai tertawa
terpingkal-pingkal saking bingungnya, dia hafal liriknya atau tidak?
Kalau aku tidak salah, yang menyanyikan itu temanku yang
bernama Jaja. Beginilah kedengarannya, “Cicak-cicak di dinding. Diam-diam
merayap. Datang seekor nyamuk. Happ.. gagal ditangkap.”
Setelah dia selesai menyanyi, kelasku hening sejenak. Bahkan
cicak yang kebetulan lewat pun tak berani mengeluarkan suaranya. Lalu beberapa
detik kemudian, tumpah sudah tertawaan kami untuk nyanyian Jaja. Ehh.. yang
nyanyi malah nyengir kuda didepan kelas. Lalu ia berlari duduk ditempat
duduknya.
“kamu itu hafal lagunya atau tidak sih, Ja?” tanya Bu Elin,
masih terkekeh geli.
“kalau di TV lagunya memang begitu, bu,” jawab Jaja. Kembali,
untuk yang kesekian kalinya kami dibuat terpingkal-pingkal dengan jawaban polos
Jaja. Haduhh.. Jaja.. Jaja.. dasar korban iklan TV.
Friends, pernahkah kalian mempunyai ‘rasa’ dengan ‘somebody’?
cinta pertama mungkin?
Dikelas 1 SD, aku pernah menyukai teman sekelasku sendiri.
Namanya ****** (nama disamarkan. Sebut saja Jackie #prett). Dia itu cinta
pertamaku.
Aku suka dia karena matanya yang sipit. Karena pada waktu
itu, ibuku sedang suka sukanya nonton drama Korea di TV berjudul Boys Over
Flowers. Aku dan dia sama-sama beragumen bahwa pria bermata sipit itu tampan.
Tapi, selain ditopang oleh matanya yang sipit, yang membuatku
tertarik lagi adalah kulitnya yang kuning langsat, badannya tinggi dan ia tidak
gemuk maupun kurus. Menurutku dia ‘perfect’. Namun sayang, saat kenaikan kelas
2, dia pindah sekolah. Yahh.. patah hati dehh..
...
...
Nahh.. ini adalah cuplikan tentang 2 hal yang terjadi semasa aku kelas 1 SD, yang membuatku senyum-senyum sendiri ketika mengingatnya. Semoga readers yang membaca juga ikut tersenyum sepertiku. Terimakasih sudah membaca ^_^.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar