Naruto Uzumaki Pointing Finger

Sabtu, 14 Maret 2015

The Story of My Life: 1st Grade Elementary School

Cast: aku dan tokoh tambahan lain nya.
Genre: nggak jelas.
Jenis kelamin: cerpen #gagal.
Warning: dapat menyebabkan kantuk, mual-mual berlebihan, diare dan sembelit bersamaan, juga efek negatif lainnya.
Nb: admin sebenarnya dikasih tugas sama Guru buat nulis cerpen di Blog. Admin punya banyak cerpen sih, tapi belum jadi semua. Soalnya admin lagi buntu ide. Dan jadilah sekarang cerita pendek tentang kehidupan admin saat kelas 1 SD. LETS GO TO READ!
...
...

Hay! Perkenalkan namaku Novita Hayatun Nufus. Aku lahir di Kota Cirebon, tanggal 7 November 1999. Cita-citaku yaitu ... (belum pasti #peace). Hobiku adalah bermain Bulutangkis, internetan, ngemil, tidur, mukul-mukul meja, buat cerpen abal-abal, dan lain-lain.
Friends, menurut kalian masa sekolah yang paling menyenangkan itu di SD, SMP, atau SMA/SMK?
Kalau menurutku masa sekolah yang paling menyenangkan adalah ketika di Sekolah Dasar (SD). Entah mengapa aku bisa bilang masa sekolah yang paling menyenangkan itu di SD. Mungkin karena aku dan teman-teman SD-ku itu sudah bersama selama 6 tahun. Mereka sudah seperti keluargaku sendiri. Berat rasanya meninggalkan mereka.
Masa-masa ketika aku masih duduk dibangku Sekolah Dasar masih jelas teringat dalam ingatanku. Banyak hal terjadi ketika aku bersekolah di Sekolah Dasar. Seperti yang terjadi padaku ketika aku kelas 1 SD. Sekolahku bernama MI Salafiyatul Huda 1 Kota Cirebon. Dan wali kelasku saat itu adalah Ibu Elin Harliantini, yang terkenal galak disekolah. Kalau tidak salah, awal-awal ketika kami (aku dan teman-teman kelas 1) masuk ke Sekolah Dasar, kami disuruh maju satu-persatu ke depan kelas untuk menyanyikan lagu anak-anak.
Singkat cerita, saat giliranku dipanggil, aku maju dan menyanyikan lagu ‘Bintang Kecil’.
“Bintang kecil dilangit yang biru. A-“ belum selesai lagu yang aku nyanyikan, Bu Elin sudah menyela.
“salah. Bukan dilangit yang biru. Tapi dilangit yang hijau.” Kata Bu Elin.
Mendengar perkataan nya itu, jelas membuatku bingung. Aku pun mengelak, “Kata mama, dilangit yang biru. Bukan dilangit yang hijau.”
Lalu perkataanku disanggah lagi oleh Bu Elin. “Salah itu. Yang bener dilangit yang hijau. Tuh lihat, langitnya hijau kan?”. Aku mengangguk-angguk pasrah.
Yasudahlah. Lebih baik mengalah. Toh dia itu guru galak. Dan maklumi juga, dia kan sudah tua. Mungkin buta warna.
Meskipun ending nya aku mengalah, sebenarnya dalam hati aku bergumam, “maunya apa sih ini guru?”
“nah, sekarang nyanyikan dari awal,” titah Bu Elin.
“Bintang kecil dilangit yang hijau, ...” begitulah nyanyianku selanjutnya. Sedangkan teman-temanku secara berjamaah menutup wajahnya dengan buku tulis yang mereka pegang. Tujuan nya agar Bu Elin tidak melihat mereka yang sedang terkikik-kikik. Padahal sebenarnya aku tahu, itu sangat jelas terlihat. Bu Elin pun pasti melihat kelakuan mereka dengan jelas.
Friends, itu baru aku. Lain lagi dengan temanku yang satu ini. Dia menyanyi dengan sangat lucu. Aku saja sampai tertawa terpingkal-pingkal saking bingungnya, dia hafal liriknya atau tidak?
Kalau aku tidak salah, yang menyanyikan itu temanku yang bernama Jaja. Beginilah kedengarannya, “Cicak-cicak di dinding. Diam-diam merayap. Datang seekor nyamuk. Happ.. gagal ditangkap.”
Setelah dia selesai menyanyi, kelasku hening sejenak. Bahkan cicak yang kebetulan lewat pun tak berani mengeluarkan suaranya. Lalu beberapa detik kemudian, tumpah sudah tertawaan kami untuk nyanyian Jaja. Ehh.. yang nyanyi malah nyengir kuda didepan kelas. Lalu ia berlari duduk ditempat duduknya.
“kamu itu hafal lagunya atau tidak sih, Ja?” tanya Bu Elin, masih terkekeh geli.
“kalau di TV lagunya memang begitu, bu,” jawab Jaja. Kembali, untuk yang kesekian kalinya kami dibuat terpingkal-pingkal dengan jawaban polos Jaja. Haduhh.. Jaja.. Jaja.. dasar korban iklan TV.
Friends, pernahkah kalian mempunyai ‘rasa’ dengan ‘somebody’? cinta pertama mungkin?
Dikelas 1 SD, aku pernah menyukai teman sekelasku sendiri. Namanya ****** (nama disamarkan. Sebut saja Jackie #prett). Dia itu cinta pertamaku.
Aku suka dia karena matanya yang sipit. Karena pada waktu itu, ibuku sedang suka sukanya nonton drama Korea di TV berjudul Boys Over Flowers. Aku dan dia sama-sama beragumen bahwa pria bermata sipit itu tampan.
Tapi, selain ditopang oleh matanya yang sipit, yang membuatku tertarik lagi adalah kulitnya yang kuning langsat, badannya tinggi dan ia tidak gemuk maupun kurus. Menurutku dia ‘perfect’. Namun sayang, saat kenaikan kelas 2, dia pindah sekolah. Yahh.. patah hati dehh..
...
...
Nahh.. ini adalah cuplikan tentang 2 hal yang terjadi semasa aku kelas 1 SD, yang membuatku senyum-senyum sendiri ketika mengingatnya. Semoga readers yang membaca juga ikut tersenyum sepertiku. Terimakasih sudah membaca ^_^.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar